Showing posts with label CROOOOOT. Show all posts
Showing posts with label CROOOOOT. Show all posts

Keperawananku Hilang Saat Pesta Sex Bareng Teman Sekolah

,
KCSD MANIA :
*CERITA INI HANYA KARANGAN / FIKTIF BELAKA COMOT SANA-SINI, UNTUK HIBURAN OTAK / REFRESHING.  *TIDAK ADA UNSUR MENJELEKKAN NAMA BAIK SESEORANG/INDIVIDU/KORPS/PROFESI/KOTA/DAERAH/SEKOLAH/ UNIVERSITAS, KESAMAAN NAMA HANYA KEBETULAN SAJA. *SEMUA CERITA SEX DEWASA HANYA UNTUK ANDA YG  BENAR-BENAR TELAH DEWASA DAN MENGERTI SEKALI AKAN RESIKO APABILA ANDA MEMPRAKTEKANNYA. BUKAN UNTUK ANDA YG BERPIKIR BAHWA SEX ADALAH UNTUK KESENANGAN BELAKA TANPA MEMPERDULIKAN UNTUNG RUGI DARI BERBAGAI PIHAK. DI INDONESIA BATASAN USIA DEWASA 18 TH KE ATAS.  *TIDAK MENGANJURKAN / WAJIB UTK TIDAK DILAKUKAN TANPA ATURAN DEMI KEBAIKAN SEMUA.  *TIDAK MENGANJURKAN /JANGAN  MELAKUKAN SEX BEBAS DILUAR ATURAN.  *BUKA HATI PIKIRAN SELUAS-LUASNYA MEMBACA SEMUA CERITA SEX DEWASA UTK DIJADIKAN SEBAGAI PEMBUKA CAKRAWALA BARU DALAM MEMAHAMI SEX DAN LIKA-LIKUNYA.  *LEBIH BAIK BERTANYA KEPADA AHLINYA ATAS KETIDAKTAHUAN ANDA TENTANG ISI / CONTENT SEX DAN LIKA-LIKUNYA AGAR TIDAK TERJERUMUS HAL NEGATIF.  *JADIKAN SEMUA SEBAGAI PENAMBAH WAWASAN ANDA AKAN SEX DAN LIKA-LIKUNYA.   ##LOVE YOU ALL## 

Perkenalkan namaku Vita, disitus ini aku pengen menceritakan pengalaman seks pertamaku kepada kalian semua.  Pengalaman yang tak pernah kulupakan, keperawananku terenggut saat pesta seks dengan  teman-teman sekolah waktu SMA.
Sebelumnya aku akan ceritakan dulu siapa diriku kepada kalian.  Hmm…menurut banyak orang, wajahku cantik sekali dengan kulit putih mulus dan tubuh seksi. Mataku yang sayu sering membuat pria tergila-gila padaku. Aku sendiri tidak GR tapi aku merasa pria banyak yang ingin ngeseks denganku. Aku senang ja karena pada dasarnya aku juga senang ngeseks.
Saya dibesarkan di keluarga yang taat beragama. Dari SD hingga SMP saya disekolahkan di sebuah sekolah berlatar belakang agama. Sebenarnya dari kelas 6 SD, gairah seksual saya tinggi sekali tetapi saya selalu berhasil menekannya dengan membaca buku. Selesai SMP tahun 1989, saya melanjutkan ke SMA negeri di kawasan bulungan, Jakarta Selatan.


Di hari pertama masuk SMA, saya sudah langsung akrab dengan teman-teman baru bernama Vera, Angki dan Nia. Mereka cantik, kaya dan pintar. Dari mereka bertiga, terus terang yang bertubuh paling indah adalah si Vera. Tubuh saya cenderung biasa saja tetapi berbuah dada besar karena dulu saya gemuk, tetapi berkat diet ketat dan olah raga gila-gilaan, saya berhasil menurunkan berat badan tetapi payudaraku tetap saja besar.
Di suatu hari Sabtu, sepulang sekolah kami menginap ke rumah Vera di Pondok Indah. Rumah Vera besar sekali dan punya kolam renang. Di rumah Vera, kami ngerumpi segala macam hal sambil bermalas-malasan di sofa. Di sore hari, kami berempat ganti baju untuk berenang. Di kamar Vera, dengan cueknya Vera, Angki dan Nia telanjang didepanku untuk ganti baju. Saya awalnya agak risih tetapi saya ikut-ikutan cuek. Saya melirik tubuh ketiga teman saya yang langsing. Ku lirik selangkangan mereka dan bulu kemaluan mereka tercukur rapi bahkan Vera mencukur habis bulu kemaluannya. Tiba-tiba si Nia berteriak ke arah saya..
“Gile, jembut Vita lebat banget”
Kontan Vera dan Angki menengok kearah saya. Saya menjadi sedikit malu.

“Dicukur dong Vita, enggak malu tuh sama celana dalam?” kata Angki.
“Gue belum pernah cukur jembut” jawabku.
“Ini ada gunting dan shaver, cukur aja kalau mau” kata Vera.
Saya menerima gunting dan shaver lalu mencukur jembutku di kamar mandi Vera. Angki dan Nia tidak menunggu lebih lama, mereka langsung menceburkan diri ke kolam renang sedangkan Vera menunggui saya. Setelah mencoba memendekkan jembut, Vera masuk ke kamar mandi dan melihat hasil saya.

“Kurang pendek, Vita. Abisin aja” kata Vera.
“Nggak berani, takut lecet” jawabku.
“Sini gue bantuin” kata Vera.
Vera lalu berjongkok di hadapanku. Saya sendiri posisinya duduk di kursi toilet. Vera membuka lebar kaki saya lalu mengoleskan shaving cream ke sekitar vagina. Ada sensasi getaran menyelubungi tubuhku saat jari Vera menyentuh vaginaku. Dengan cepat Vera menyapu shaver ke jembutku dan menggunduli semua rambut-rambut didaerah kelaminku. Tak terasa dalam waktu 5 menit, Vera telah selesai dengan karyanya. Ia mengambil handuk kecil lalu dibasahi dengan air kemudian ia membersihkan sisa-sisa shaving cream dari selangkanganku.
“Bagus kan?” kata Vera.
Saya menengok ke bawah dan melihat vaginaku yang botak seperti bayi. OK juga kerjaannya. Vera lalu jongkok kembali di selangkanganku dan membersihkan sedikit selangkanganku.

“Vita, elo masih perawan ya?” kata Vera.
“Iya, kok tau?”
“Vagina elo rapat banget” kata Vera.
Sekali-kali jari Vera membuka bibir vagina saya. Nafasku mulai memburu menahan getaran dalam tubuhku. Ada apa ini? Tanya saya dalam hati. Vera melirik ke arahku lalu jarinya kembali memainkan vaginaku.
“Ooh, Vera, geli ah”
Vera nyengir nakal tapi jarinya masih mengelus-elus vaginaku. Saya benar-benar menjadi gila rasanya menahan perasaan ini. Tak terasa saya menjambak rambut Vera dan Vera menjadi semakin agresif memainkan jarinya di vaginaku. Dan sekarang ia perlahan mulai menjilat vagina saya.

“Memek kamu wangi”
“Jangan Vera” pinta saya tetapi dalam hati ingin terus dijilat.
Vera menjilat vagina saya. Bibir vagina saya dibuka dan lidahnya menyapu seluruh vagina saya. Klitorisku dihisap dengan keras sehingga nafas saya tersentak-sentak. Saya memejamkan mata menikmati lidah Vera di vaginaku. Tak berapa lama saya merasakan lidah Vera mulai naik kearah perut lalu ke dada. Hatiku berdebar-debar menantikan perbuatan Vera berikutnya.
Dengan lembut tangan Vera membuka BH-ku lalu tangan kanannya mulai meremas payudara kiriku sedangkan payudara kananku dikulum oleh Vera. Inikah yang namanya seks? Tanyaku dalam hati. 18 tahun saya mencoba membayangkan kenikmatan seks dan saya sama sekali tak membayangkan bahwa pengalaman pertamaku akan dengan seorang perempuan. Tetapi nikmatnya luar biasa. Vera mengulum puting payudaraku sementara tangan kanannya sudah kembali turun ke selangkanganku dan memainkan klitorisku. Saya menggeliat-geliat menikmati sensualitas dalam diriku. Tiba-tiba dari luar si Nia memanggil..
“Woi, lama amat di dalam. Mau berenang enggak?”
Vera tersenyum lalu berdiri. Saya tersipu malu kemudian saya bergegas memakai baju berenang dan kami berdua menyusul kedua teman yang sudah berenang.
Di malam hari selesai makan malam, kita berempat nonton TV dikamar Vera. Oiya, orang tua Vera sedang keluar negeri sedangkan kakak Vera lagi keluar kota karenanya rumah Vera kosong. Setelah bosan menonton TV, kami menggosipkan orang-orang di sekolah. Pembicaraan kami ngalor-ngidul hingga Vera membuat topik baru dengan siapa kita mau bersetubuh di sekolah. Angki dan Nia sudah tidak perawan sejak SMP. Mereka berdua menceritakan pengalaman seks mereka dan Vera juga menceritakan pengalaman seksnya, saya hanya mendengarkan kisah-kisah mereka.

“Kalau gue, gue horny liat si Ari anak kelas I-6″ kata Nia.
“Iya sama dong, tetapi gue liat horny liat si Marcel. Kayaknya kontolnya gede deh” kata Angky.
“Terus terang ya, gue dari dulu horny banget liat si Alex. Sering banget gue bayangin kontol dia muat enggak di vagina gue. Sorry ya Vera, gue kan tau Alex cowok elo” kata saya sambil tersenyum.
“Hahaha, nggak apa-apa lagi. Banyak kok yang horny liat dia. Si Angky dan Nia juga horny” kata Vera. Kami berempat lalu tertawa bersama-sama.
Di hari Senin setelah pulang sekolah, Vera menarik tangan saya.

“Eh Vita, beneran nih elo sering mikirin Alex?”
“Iya sih, kenapa? Nggak apa-apa kan gue ngomong gitu?” tanya saya.
“Nggak apa-apa kok. Gue orangnya nyantai aja” kata Vera.
“Pernah kepikiran enggak mau ML?” Vera kembali bertanya.
“Hah? Dengan siapa?” tanya saya terheran-heran.
“Dengan Alex. Semalam gue cerita ke Alex dan Alex mau aja ML dengan kamu”
“Ah gila loe Vera” jawab saya.
“Mau enggak?” desak Vera.
“Terus kamu sendiri gimana?” tanya saya dengan heran.
“Saya sih cuek aja. Kalo bisa bikin teman senang, kenapa enggak?” kata Vera.
“Ya boleh aja deh” kata saya dengan deg-degan.
“Mau sekarang di rumahku?” kata Vera.
“Boleh”
Saya naik mobil Vera dan kami berdua langsung meluncur ke Pondok Indah. Setiba di sana, saya mandi di kamar mandi karena panas sekali. Sambil mandi, perasaan saya antara tegang, senang, merinding. Semua bercampur aduk. Selesai mandi, saya keluar kamar mandi mengenakan BH dan celana dalam. Saya pikir tidak ada orang di kamar. Saya duduk di meja rias sambil menyisir rambutku yang panjang. Tiba-tiba saya kaget karena Vera dan Alex muncul dari balkon kamar Vera. Rupanya mereka berdua sedang menunggu saya sambil mengobrol di balkon.
“Halo Vita” kata Alex sambil tersenyum.
Saya membalas tersenyum lalu berdiri. Alex memperhatikan tubuhku yang hanya ditutupi BH dan celana dalam. Tubuh Alex sendiri tinggi dan tegap. Alex masih campuran Belanda Menado sehingga terlihat sangat tampan.
“Hayo, langsung aja. Jangan grogi” kata Vera bagaikan germo.
Alex lalu menghampiriku kemudian ia mencium bibirku. Inilah pertama kali saya dicium di bibir. Perasaan hangat dan getaran menyelimuti seluruh tubuhku. Saya membalas ciuman Alex dan kita berciuman saling berangkulan. Saya melirik ke Vera dan saya melihat Vera sedang mengganti baju seragamnya ke daster. Alex mulai meremas-remas payudaraku yang berukuran 34C.
Saya membuka BH-ku sehingga Alex dengan mudah dapat meremas seluruh payudara. Tangan kirinya diselipkan kedalam celana dalamku lalu vaginaku yang tidak ditutupi sehelai rambut mulai ia usap dengan perlahan. Saya menggelinjang merasakan jari jemari Alex di selangkanganku. Alex lalu mengangkat tubuhku dan dibaringkan ke tempat tidur.
Alex membuka baju seragam SMA-nya sampai ia telanjang bulat di hadapanku. Mulut saya terbuka lebar melihat kontol Alex yang besar. Selama ini saya membayangkan kontol Alex dan sekarang saya melihat dengan mata kapala sendiri kontol Alex yang berdiri tegak di depan mukaku. Alex menyodorkan kontolnya ke muka saya. Saya langsung menyambutnya dan mulai mengulum kontolnya. Rasanya tidak mungkin muat seluruh kontolnya dalam mulutku tetapi saya mencoba sebisaku menghisap seluruh batang kontol itu.
Saya merasakan tangan Alex kembali memainkan vaginaku. Gairah saya mulai memuncak dan hisapanku semakin kencang. Saya melirik Alex dan kulihat ia memejamkan matanya menikmati kontolnya dihisap. Saya melirik ke Vera dan Vera ternyata tidak mengenakan baju sama sekali dan ia sudah duduk di tempat tidur. Alex lalu membalikkan tubuhku sehingga saya dalam posisi menungging.
Saya agak bingung karena melihat Vera bersimpuh dibelakang saya. Ah ternyata Vera kembali menjilat vagina saya. Nafas saya memburu dengan keras menikmati jilatan Vera di kemaluan saya. Di sebelah kanan saya ada sebuah kaca besar dipaku ke dinding. Saya melirik ke arah kaca itu dan saya melihat si Alex yang sedang menyetubuhi Vera dalam posisi doggy style sedangkan Vera sendiri dalam keadaan disetubuhi sedang menikmati vaginaku.
Wah ini pertama kali saya melihat ini. Saya melihat wajah Alex yang ganteng sedang sibuk ngentot dengan Vera. Gairah wajah Alex membuat saya semakin horny. Sekali-kali lidah Vera menjilat anus saya dan kepalanya terbentur-bentur ke pantat saya karena tekanan dari tubuh Alex ke tubuh Vera. Tidak berapa lama, Alex menjerit dengan keras sedangkan Vera tubuhnya mengejang. Saya melihat kontol Alex dikeluarkan dari vagina Vera. Air maninya tumpah ke pinggir tempat tidur.
Alex terlihat terengah-engah tetapi matanya langsung tertuju ke vagina saya. Bagaikan sapi yang akan dipotong, Alex dengan mata liar mendorong Vera ke samping lalu ia menghampiri diriku. Alex mengarahkan kontolnya yang masih berdiri ke vaginaku. Saya sudah sering mendengar pertama kali seks akan sakit dan saya mulai merasakannya. Saya memejamkan mata dengan erat merasakan kontol Alex masuk ke vaginaku. Saya menjerit menahan perih saat kontol Alex yang besar mencoba memasuki vaginaku yang masih sempit. Vera meremas lenganku untuk membantu menahan sakit.
“Aduh, tunggu dong, sakit nih” keluh saya.
Alex mengeluarkan sebentar kontolnya kemudian kembali ia masukkan ke vaginaku. Kali ini rasa sakitnya perlahan-lahan menghilang dan mulai berganti kerasa nikmat. Oh ini yang namanya kenikmatan surgawi pikir saya dalam hati. Kontol Alex terasa seperti memenuhi seluruh vaginaku. Dalam posisi nungging, saya merasakan energi Alex yang sangat besar. Saya mencoba mengimbangi gerakan tubuh Alex sambil menggerakkan tubuhku maju mundur tetapi Alex menampar pantatku.

“Kamu diam aja, enggak usah bergerak” katanya dengan galak.
“Jangan galak-galak dong, takut nih Vita” kata Vera sambil tertawa. Saya ikut tertawa.
Vera berbaring di sebelahku kemudian ia mendekatkan wajahnya ke diriku lalu ia mencium bibirku! Wah, bertubi-tubi perasaan menyerang diriku. Saya benar-benar merasakan semua perasaan seks dengan pria dan wanita dalam satu hari. Awalnya saya membiarkan Vera menjilat bibirku tetapi lama kelamaan saya mulai membuka mulutku dan lidah kami saling beradu.
Saya merasakan tangan Alex yang kekar meremas-remas payudaraku sedangkan tangan Vera membelai rambutku. Saya tak ingin ketinggalan, saya mulai ikut meremas payudara Vera yang saya taksir berukuran 32C. Kurang lebih lima menit kita bertiga saling memberi kenikmatan duniawi sampai Alex mencapai puncak dan ia ejakulasi. Saya sendiri merasa rasanya sudah orgasme kurang lebih 4 kali. Alex mengeluarkan kontolnya dari vaginaku dan Vera langsung menghisap kontolnya dan menelan semua air mani dari kontol Alex.
Saya melihat Alex meraih kantong celananya dan mengambil sesuatu seperti obat. Ia menelan obat itu dengan segelas air di meja rias Vera. Saya melihat kontol Alex yang masih berdiri tegak. Dalam hati saya bertanya-tanya bukankah setiap kali pria ejakulasi pasti kontolnya akan lemas? Kenapa Alex tidak lemas-lemas? Belakangan saya tau ternyata Alex memakan semacam obat yang dapat membuat kontolnya terus tegang.
Setelah minum obat, Alex menyuruh Vera berbaring ditepi tempat tidur lalu Alex kembali ngentot dengan Vera dalam posisi missionary. Vera memanggil saya lalu saya diminta berbaring diatas tubuh Vera. Dengan terheran-heran saya ikuti kemauan Vera.
Saya menindih tubuh Vera tetapi karena kaki Vera sedang ngangkang karena dalam posisi ngentot, terpaksa kaki saya bersimpuh disebelah kiri dan kanan Vera. Saya langsung mencium Vera dan Vera melingkarkan lengannya ke tubuhku dan kami berdua berciuman dengan mesra. Saya merasakan tangan Alex menggerayangi seluruh pantatku. Ia membuka belahan pantatku dan saya merasakan jarinya memainkan anusku.
Saya menggumam saat jarinya mencoba disodok ke anusku tetapi Alex tidak melanjutkan. Beberapa menit kemudian, Vera menjerit dengan keras. Tubuhnya mengejang saat air mani Alex kembali tumpah dalam vaginanya. Saya mencoba turun dari pelukan Vera tetapi Vera memeluk tubuhku dengan keras sehingga saya tidak bisa bergerak. Tak disangka, Alex kembali menyodorkan kontolnya ke vaginaku. Saya yang dalam posisi nungging di atas tubuh Vera tidak bisa menolak menerima kontol Alex.
Alex kembali memompakan kontolnya dalam vaginaku. Saya sebenarnya rasanya sudah lemas dan akhirnya saya pasrah saja disetubuhi Alex dengan liar. Tetapi dalam hatiku saya senang sekali dientotin. Berkali-kali kontol Alex keluar masuk dalam vaginaku sedangkan Vera terus menerus mencium bibirku. Kali ini saya rasa tidak sampai 3 menit Alex ngentot dengan saya karena saya merasakan cairan hangat dari kontol Alex memenuhi vaginaku dan Alex berseru dengan keras merasakan kenikmatan yang ia peroleh. Saya sendiri melenguh dengan keras. Seluruh otot vaginaku rasanya seperti mengejang. Saya cengkeram tubuh Vera dengan keras menikmati sensual dalam diriku.
Alex lalu dalam keadaan lunglai membaringkan dirinya ke tempat tidur. Vera menyambutnya sambil mencium bibirnya. Mereka berdua saling berciuman. Saya berbaring disebelah kiri Alex sedangkan Vera disebelah kanannya. Kita bertiga tertidur sampai jam 5 sore. Setelah itu saya diantar pulang oleh Vera.
****
Itu adalah pengalaman seksku yang sangat berkesan. Bertahun-tahun kemudian saya sering horny tetapi saya harus memendam perasaan itu karena belum tahu cara melampiaskannya. Dan sekarang saya merasa senang sekali karena akhirnya bisa merasakan kenikmatan bersetubuh baik dengan pria maupun wanita. Masing-masing ternyata mempunyai kenikmatan tersendiri.

CERITA Si Ratu Senggama

,
*CERITA INI HANYA KARANGAN / FIKTIF BELAKA COMOT SANA-SINI, UNTUK HIBURAN OTAK / REFRESHING.  *TIDAK ADA UNSUR MENJELEKKAN NAMA BAIK SESEORANG/INDIVIDU/KORPS/PROFESI/KOTA/DAERAH/SEKOLAH/ UNIVERSITAS, KESAMAAN NAMA HANYA KEBETULAN SAJA. *SEMUA CERITA SEX DEWASA HANYA UNTUK ANDA YG  BENAR-BENAR TELAH DEWASA DAN MENGERTI SEKALI AKAN RESIKO APABILA ANDA MEMPRAKTEKANNYA. BUKAN UNTUK ANDA YG BERPIKIR BAHWA SEX ADALAH UNTUK KESENANGAN BELAKA TANPA MEMPERDULIKAN UNTUNG RUGI DARI BERBAGAI PIHAK. DI INDONESIA BATASAN USIA DEWASA 18 TH KE ATAS.  *TIDAK MENGANJURKAN / WAJIB UTK TIDAK DILAKUKAN TANPA ATURAN DEMI KEBAIKAN SEMUA.  *TIDAK MENGANJURKAN /JANGAN  MELAKUKAN SEX BEBAS DILUAR ATURAN.  *BUKA HATI PIKIRAN SELUAS-LUASNYA MEMBACA SEMUA CERITA SEX DEWASA UTK DIJADIKAN SEBAGAI PEMBUKA CAKRAWALA BARU DALAM MEMAHAMI SEX DAN LIKA-LIKUNYA.  *LEBIH BAIK BERTANYA KEPADA AHLINYA ATAS KETIDAKTAHUAN ANDA TENTANG ISI / CONTENT SEX DAN LIKA-LIKUNYA AGAR TIDAK TERJERUMUS HAL NEGATIF.  *JADIKAN SEMUA SEBAGAI PENAMBAH WAWASAN ANDA AKAN SEX DAN LIKA-LIKUNYA.   ##LOVE YOU ALL##

Namaku Asri, biasa dipanggil "Sri" saja, asli dari Solo, pernah 4 kali menikah, tapi tidak pernah bisa
hamil, sehingga mantan-mantan suami semua meninggalkanku, bodyku sexy, kulitku kuning langsat,
tinggiku 161 cm dengan berat badan 50 kg,
"kamu persis Desy Ratnasari, Sri!", kata mantan suamiku terakhir. Banyak laki-laki lain juga
mengatakan aku persis seperti Desy Ratnasari.
Aku bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) di kota Gudeg Yogyakarta, majikanku seorang
janda berusia 50 thn, Ibu Sumiati yang masih bekerja sebagai pegawai negeri di Gubernuran. Anaknya
3 orang.Yang pertama perempuan, Aryati 28 thn, bekerja sebagai sekretaris, 2 bulan lagi menikah. Yang
kedua juga perempuan, Suryati 25 thn, bekerja sebagai guru. Yang ketiga laki-laki, satu- satunya lakilaki
di rumah ini, tampan dan halus budi-pekertinya, Harianto 22 thn, masih kuliah, kata Ibu Sum, Mas
Har (demikian aku memanggilnya) tahun depan lulus jadi insinyur komputer. Wah hebat, sudah
guaaanteng, pinter pula...
Setiap pagi, aku selalu bangun jam 4:30, sebelum bekerja aku sudah mandi dengan sangat bersih,
berpakaian rapi. Aku selalu memakai rok panjang hingga semata- kaki, bajuku berlengan panjang. Aku
tahu, Ibu Sum senang dengan cara berpakaianku, dia selalu memujiku bahwa aku sopan dan soleha,
baik sikap yang santun, maupun cara berpakaian. Meskipun begitu, pakaianku semuanya agak ketat,
sehingga lekuk-lekuk tubuhku cukup terlihat dengan jelas.
Mas Har sering melirik ke arahku sambil terkagum-kagum melihat bentuk tubuhku, aku selalu
membalasnya dengan kedipan mata dan goyangan lidah ke arahnya, sehingga membuat wajahnya yang
lugu jadi pucat seketika. Paling telat jam 7:15, mereka semua berangkat meninggalkan rumah, kecuali
Mas Har sekitar jam 8:00.
Aku tahu, Mas Har sangat ingin menghampiriku dan bercumbu denganku, tapi ia selalu nampak pasif,
mungkin ia takut kalau ketahuan ibunya. Padahal aku juga ingin sekali merasakan genjotan
keperjakaannya.
Pagi itu, mereka semua sudah pergi, tinggal Mas Har dan aku yang ada di rumah, Mas Har belum
keluar dari kamar, menurut Ibu Sum sebelum berangkat tadi bahwa Mas Har sedang masuk angin, tak
masuk kuliah. Bahkan Ibu Sum minta tolong supaya aku memijatnya, setelah aku selesai
membersihkan rumah dan mencuci pakaian.
"Baik, Bu!", begitu sahutku pada Ibu Sum. Ibu Sum sangat percaya kepadaku, karena di hadapannya
aku selalu nampak dewasa, dengan pakaian yang sangat sopan. Setelah pasti mereka sudah jauh
meninggalkan rumah, aku segera masuk kamarku dan mengganti pakaianku dengan rok supermini dan
kaus singlet yang ketat dan sexy. Kusemprotkan parfum di leher, belakang telinga, ketiak, pusar dan
pangkal pahaku dekat lubang vagina. Rambutku yang biasanya kusanggul, kuurai lepas memanjang
hingga sepinggang. Kali ini, aku pasti bisa merenggut keperjakaan Mas Har, pikirku.
"Mas Har. Mas Har!" panggilku menggoda, "tadi Ibu pesan supaya Mbak Sri memijati Mas Har, supaya
Mas Har cepat sembuh. Boleh saya masuk, Mas Har?"
Pintu kamarnya langsung terbuka, dan nampak Mas Har terbelalak melihat penampilanku,
"Aduh, kamu cantik sekali, Mbak Sri... Persis Desy Ratnasari... ck, ck, ck..."
"Ah, Mas Har, bisa saja, jadi mau dipijat?"
"Jadi, dong..." sekarang Mas Har mulai nampak tidak sok alim lagi, "Ayo, ayo...", ditariknya tanganku
ke arah tempat tidurnya yang wangi....
"Kok wangi, Mas Har?" Rupanya dia juga mempersiapkan tempat tidur percumbuan ini, dia juga sudah
mandi dengan sabun wangi.
"Ya dong, kan ada Desy Ratnasari mau datang ke sini,".
Kami mulai mengobrol ngalor-ngidul, dia tanya berapa usiaku, dari mana aku berasal, sudah kawin
atau belum, sudah punya anak atau belum, sampai kelas berapa aku sekolah. Omongannya masih
belum "to-the-point" , padahal aku sudah memijatnya dengan sentuhan-sentuhan yang sangat
merangsang. Aku sudah tak sabar ingin bercumbu dengannya, merasakan sodokan dan genjotannya,
tapi maklum sang pejantan belum berpengalaman.
"Mas Har sudah pernah bercumbu dengan perempuan?", aku mulai mengarahkan pembicaraan kami,
dia hanya menggeleng lugu.
"Mau Mbak Sri ajari?", wajahnya merah padam dan segera berubah pucat. Kubuka kaus singletku dan
mulai kudekatkan bibirku di depan bibirnya, dia langsung memagut bibirku, kami bergulingan di atas
tempat tidurnya yang empuk dan wangi, kukuatkan pagutanku dan menggigit kecil bibirnya yang
merah delima, dia makin menggebu, batang kontolnya mengeras seperti kayu...
Wow! dia melepas beha-ku, dan mengisap puting susuku yang kiri, dan meremas- remas puting susuku
yang kanan...
"Aaah.. sssshhhh, Mas Har, yang lembut doooong..." desahku makin membuat nafasnya menderu...
"Mbak Sri, aku cinta kamu...." suaranya agak bergetar..
"Jangan, Mas Har, saya cuma seorang Pembantu, nanti Ibu marah," kubisikkan desahanku lagi....
Kulucuti seluruh pakaian Mas Har, kaos oblong dan celana pendeknya sekaligus celana dalamnya,
langsung kupagut kontolnya yang sudah menjulang bagai tugu monas, kuhisap-hisap dan kumajumundurkan
mulutku dengan lembut dan terkadang cepat...
"Aduuuh, enaaaak, Mbak Sri...." jeritnya...
Aku tahu air-mani akan segera keluar, karena itu segera kulepaskan kontolnya, dan segera meremasnya
bagian pangkalnya, supaya tidak jadi muncrat. Dia membuka rok-miniku sekaligus celana dalamku,
segera kubuka selangkanganku.
"Jilat itil Mbak Sri, Mas Haaaarrr..., yang lamaaa...", godaku lagi... Bagai robot, dia langsung
mengarahkan kepalanya ke nonokku dan menjilati itilku dengan sangat nafsunya....
"Sssshhhh, uu-enaaak, Mas Haaaarrrr... ., sampai air mani Mbak Sri keluar, ya mas Haaar".
"Lho, perempuan juga punya air mani..?" tanyanya blo'on. Aku tak menyahut karena keenakan...
"Mas Haaarrr, saya mau keluaaar..." serrrrrr.... serrrrrrrrr. ... membasahi wajahnya yang penuh birahi.
"Aduuuuh, enak banget, Mas Har! Mbak Sri puaaaaaassss sekali bercinta dengan Mas Har..... kontol
Mas Har belum keluar ya? Mari saya masukin ke liang kenikmatan saya, Mas! Saya jamin Mas Har
pasti puas-keenakan. ..."
Kugenggam batang pelernya, dan kutuntun mendekati lubang nonokku, kugosok- gosokkan pada itilku,
sampai aku terangsang lagi... Sebelum kumasukkan batang keperkasaannya yang masih ting-ting itu ke
lubang nonokku, kuambil kaos singletku dan kukeringkan dulu nonokku dengan kaos, supaya lebih
peret dan terasa uuenaaaak pada saat ditembus kontolnya Mas Har nanti...
"Sebelum masuk, bilang 'kulonuwun' dulu, dong sayaaaaaang. ..", candaku....
Mas Har bangkit sebentar dan menghidupkan radio-kaset yang ada di atas meja kecil di samping
ranjang..... lagunya.... mana tahaaaan....
"Kemesraan ini Janganlah Cepat Berlalu..... ."
"Kulonuwun, Mbak Sri cintakuuuuu. ..."
"Monggo, silakan masuk, Mas Haaaarrr Kekasihkuuuuu. ..", segera kubuka lebar- lebar
selangkanganku, sambil kuangkat pinggulku lebih tinggi dan kuganjel dengan guling yang agak keras,
supaya batang kenikmatannya bisa menghunjam dalam- dalam. ... Sreslepppppp. ........ blebessss... ..
"Auuuuuow... .", kami berdua berteriak bersamaan... ..
"Enaaaak banget Mbak Sri, nonok Mbak Sri kok enak gini sih....?"
"Karena Mbak Sri belum pernah melahirkan, Mas Har... Jadi nonok Mbak Sri belum pernah melar
dibobol kepala bayi..... kalau pernah melahirkan, apalagi kalau sudah melahirkan berkali-kali, pasti
nonoknya longgar sekali, dan nggak bisa rapet seperti nonoknya Mbak Sri begini, sayaaaaang.. . lagi
pula Mbak selalu minum jamu sari- rapet, pasti SUPER-PERET. ...", kami berdua bersenggama sambil
cekikikan keenakan... Kami berguling-guling di atas ranjang-cinta kami sambil berpelukan erat
sekali....
Sekarang giliranku yang di atas... Mas Har terlentang keenakan, aku naik-turunkan pinggulku, rasanya
lebih enak bila dibanding aku di bawah, kalau aku di atas, itilku yang bertumbukan dengan tulang
selangkang Mas Pur, menimbulkan rasa nikmat yang ruaaaaarbiassssa uu-enaaaaaaknya. ....
Keringat kami mulai berkucuran, padahal kamar Mas Har selalu pakai AC, sambil bersenggama, mulut
kami tetap berpagutan-kuat. Setelah bosan dengan tengkurap di atas tubuh Mas Har, aku ganti gaya.
Mas Har masih tetap terlentang, aku berjongkok sambil kunaik-turunkan bokongku. Mas Har malah
punya kesempatan untuk menetek pada susuku, sedotannya pada tetekku makin membuatku tambah
liar, serasa seperti di-setrum sekujur tubuhku.
Setelah 10 menit aku di atas, kami berganti gaya lagi... kami berguling-gulingan lagi tanpa melepaskan
kontol dan nonok kami. Sekarang giliran Mas Har yang di atas, waduuuuh... sodokannya mantep
sekali... terkadang lambat sampai bunyinya blep-blep-blep. .. terkadang cepat plok-plok- plok. .. benarbenar
beruntung aku bisa senggama dengan Mas Harianto yang begini kuaaaatnya, kalau kuhitungkuhitung
sudah tiga kali air nonokku keluar karena orgasme, kalau ditambah sekali pada waktu itilku
dijilati tadi sudah empat kali aku orgasme... benar-benar nonokku sampai kredut-kredut karena
dihunjam dengan mantapnya oleh kontol yang sangat besar dan begitu keras, bagaikan lesung dihantam
alu..... bertubi-tubi. ... kian lama kian cepat...... waduuuuhhhhh. ..... Wenaaaaaaaaakkkkk
tenaaaaan... ...

"Mbak Sri, aku hampir keluaaaaaar nih...!!" ....
"Saya juga mau keluar lagi untuk kelima kalinya ini, Mas Haaaaar.... Yuk kita bersamaan sampai di
puncak gunung kenikmatan, yaaa sayaaaaanngggg"
"Ambil nafas panjang, Mas Har... lalu tancepkan kontolnya sedalam-dalamnya sampai kandas...... baru
ditembakkan, ya Maaaasss... ssssshhhhhh. ......."
Sambil mendesis, aku segera mengangkat pinggulku lagi, kedua kakiku kulingkarkan pada
pinggangnya, guling yang sudah terlempar tadi kuraih lagi dan kuganjelkan setinggi-tingginya pada
pinggulku, hunjaman kontol Mas Har semakin keras dan cepat, suara lenguhan kami berdua
hhh...hhhhh. ...hhhhhh. .... seirama dengan hunjaman kontolnya yang semakin cepat.....
"Tembakkan sekaraaaaang, Maaaasssss!" , Mas Har menancapkan kontolnya lebih dalam lagi, padahal
sedari tadi sudah mentok sampai ke mulut rahimku.... bersamaan dengan keluarnya air nonokku yang
kelima kali, Mas Har pun menembakkan senjata otomatis berkali-kali dengan sangat kerasnya....
CROOTTTTT !!! CROOTTTTT !!! CROOTTTTT !!! CROOTTTTT !!! CROOTTTTT !!!
CROOTTTTT !!! CROOTTTTT !!! CROOTTTTT !!! Berhenti sebentar dan CROOTTTTT!!!
CROOTTTTT !!! CROOTTTTT !!! lagi..... Seperti wong edan, kami berdua berteriak panjaaaaanggg
bersamaan;
"Enaaaaaaaaaakkkkk! "..... sekujur tubuhku rasanya bergetar semuanya... dari ujung kepala sampai
ujung kaki, terutama nonokku sampai seperti "bonyok" rasanya..... Mas Har pun rebah tengkurep di
atas tubuh telanjangku. .... sambil nafas kami kejar-mengejar karena kelelahan...
"Jangan cabut dulu, ya Maaasss sayaaaang... masih terasa enaknya... tunggu sampai semua getaran dan
nafas kita reda, baru Mas Har boleh cabut yaaa......" pintaku memelas..... kami kembali bercipokan
dengan lekatnya.... .. kontolnya masih cukup keras, dan tidak segera loyo seperti punya mantan-mantan
suamiku dulu....
"Mbak Sri sayaaaang, terima kasih banyak ya..... pengalaman pertama ini sungguh- sungguh luar
biasa... Mbak Sri telah memberikan pelayanan dan pelajaran yang maha-penting untuk saya...... saya
akan selalu mencintai dan memiliki Mbak Sri selamanya... ."
"Mas Har cintaku, cinta itu bukan harus memiliki... tanpa kawin pun kalau setiap pagi --setalah Ibu &
mbak-mbak Mas Har pergi kerja--, kita bisa melakukan senggama ini, saya sudah puas kok, Massss.....
Apalagi Mas Harianto tadi begitu kuatnya, setengah jam lebih lho kita tadi bersetubuhnya, Mas!
Sampai nonok saya endut-endutan rasanya tadi....."
"Aku hari ini tidak pergi kuliah, kebetulan memang ada acara untuk mahasiswa baru... jadi ndak ada
kuliah...", kata Mas Harianto.
"Nah... kalau begitu, hari ini kita kan punya banyak waktu, pokoknya sampai sebelum Ibu dan Mbakmbak
Mas Har pulang nanti sore, kita main teruuuusss, sampai 5 ronde, kuat nggak Mas Har?", sahutku
semakin menggelorakan birahinya.
"Nantang ya?" Tanyanya sambil tersenyum manis, tambah guanteeeeng dia..... "aku cabut sekarang, ya
Mbak? sudah layu tuh sampai copot sendiri...." kami tertawa cekikikan dengan tubuh masih telanjang
bulat.... setelah mencabut kontolnya dari nonokku, Mas Har terlentang di sisiku, kuletakkan kepalaku
di atas dadanya yang lapang dan sedikit berbulu.... radio kaset yang sedari tadi terdiam, dihidupkan
lagi... lagunya masih tetap "kemesraan ini janganlah cepat berlaluuuuuu. ..."
Setelah lagunya habis, "Mas sayaaang, Mbak Sri mau bangun dulu ya.... Mbak Sri harus masak sarapan
untuk Mas...."
"Untuk kita berdua, dong, Mbak Sri.... masak untuk dua porsi ya... nanti kita makan berdua sambil
suap-suapan. Setuju?", sambil ditowelnya tetekku, aku kegelian dan "auuuwwww! Mas sudah mulai
pinter nggangguin Mbak Sri ya.., Mbak Sri tambah sayang deh".
Aku bangkit dari ranjang, dan berlari kecil ke kamar mandi yang jadi satu dengan kamar tidurnya,
"Mas, numpang cebokan, ya..." Kuceboki nonokku, nonok Asri yang paling beruntung hari ini, karena
bisa merenggut dan menikmati keperjakaan si ganteng Mas Har... waduuuuhhh.. . benar-benar nikmat
persetubuhanku tadi dengannya.. meskipun nonokku sampai kewalahan disumpal dengan kontol yang
begitu gede dan kerasnya -- hampir sejengkal- tanganku panjangnya.. .. wheleh.. wheleh....
"Sebelum bikin nasi goreng, nanti Mbak bikinkan Susu-Telor-Madu- Jahe (STMJ) buat Mas Har, biar
ronde-ronde berikutnya nanti Mas tambah kuat lagi, ya sayaaaaaang. ..."
Kuambil selimut dan kututupi sekujur tubuhnya dengan selimut, sambil kubisikkan kata-kata
sayangku... "Sekarang Mas Har istirahat dulu, ya..." kuciumi seluruh wajahnya yang mirip Andy Lau
itu...
"Terima kasih, Mbak Sri... Mbak begitu baik sama saya... saya sangat sayang sama Mbak Sri...".
Kupakai pakaianku lagi, segera aku lari ke dapur dan kubuatkan STMJ untuk kekasihku... . setelah
STMJ jadi, kuantarkan lagi ke kamarnya,
"Mas Har sayaaaang... . mari diminum dulu STMJ-nya, biar kontolnya keras kayak batang kayu nanti,
nanti Mbak Sri ajari lagi gaya-gaya yang lain, ada gaya kuda-kudaan, anjing-anjingan, gaya enamsembilan
, dan masih ada seratus gaya lagi lainnya, Masssss," kataku membangkitkan lagi gelora
birahinya... selesai minum diciuminya bibirku dan kedua pipiku.... dan Mas Harianto-ku, cintaanku,
tidur lagi dengan tubuh telanjang dilapisi selimut.
Aku segera kembali ke tempat biasanya aku mencuci pakaian majikanku, menyapu rumah dan
mengepelnya. . semua kulakukan dengan cepat dan bersih, supaya tidak ada ganjelan utang kerjaan
pada saat bersenggama lagi dengan Mas Har nanti....
Kumasakkan nasi goreng kesukaan Mas Har dalam porsi yang cukup besar, sehingga cukup untuk

sarapan berdua dan juga makan siang berdua... hmmm.... nikmat dan mesranya... seperti penganten
baru rasanya...
Setelah nasi gorengnya jadi, kusiapkan dalam piring yang agak lebar, kutata penyajian dengan
kelengkapan tomat, timun, telur mata-sapi, dan kulengkapi pula dengan sebuah pisang mas yang agak
mungil, kusiapkan pula segelas coca-cola kesukaannya. Dengan memakai daster tipis tanpa beha dan
celana dalam, kuantarkan makanan tadi ke kamarnya. Langsung kubuka saja pintu kamarnya...
Aduh! Betapa terkejutnya diriku, ketika kulihat Mas Har sudah bangun dari tidurnya, tanpa memakai
selimut lagi, Mas Har sedang ngeloco (mengocok kontolnya), dengan wajah merah-padam. .. Segera
kuletakkan makanan di atas meja tulisnya..
"Aduuuuhhh, jangan seperti itu, sayang, ngocoknya... nanti bisa lecet... nanti pasti Mbak Sri
kocokkan... tapi Mas Har harus makan dulu, supaya ada tenaga lagi... kalau ndak makan dulu, nggak
bisa kuat dan tahan lama senggamanya, Mas!"
Kutanggalkan dasterku, segera dia menyergap tubuh telanjangku, dihisapnya puting tetekku yang
kanan, sedang tangannya memilin tetekku yang kiri... Kupikir ini pasti gara-gara STMJ tadi,
"Sabar dong, Mas-ku tersayaaaaang. .., yuk kita makan nasi goreng kesukaan Mas, sepiring berdua
Mas, kayak judulnya lagu dangdut..."
Kusuapi Mas Har-ku dan disuapinya pula aku, sambil tangannya mengkilik-kilik itilku dengan sangat
birahinya. Wah! Edhiaan tenan reaksi STMJ tadi.... Hihihi...
"Mas Har sayang, jangan kenceng-kenceng dong kilikannya, nggak nikmaaat.... ", dia memperlambat
kilikannya, sambil kami lanjutkan dan tuntaskan sarapan kami. Selesai makan, kuambilkan pula segelas
besar coca-cola, kuulurkan gelas coca-cola ke mulutnya. Minum seteguk, Mas Har pun mengambil
gelas dan mengulurkan pula ke mulutku.... wah! mesranya, Mas Har-ku ini...
Kuambil pisang mas, kukupas dan kubuang kulitnya, lalu aku berbaring di samping Mas Har, kubuka
selangkanganku lebar-lebar, dan kumasukkan pisang tadi ke dalam liang nonokku.... Mas Har agak
terkejut,
"Ayo! Bisa nggak makan pisang sampai habis dari lubang nonok Mbak Sri? Kalau bisa, nanti Mbak Sri
ajari teknik-teknik dan gaya-gaya senggama yang lain deh!"
"Siapa takut!" sahut Mas Har...
Dia segera menaiki tubuhku, dengan posisi tengkurap... mulutnya di depan nonokku, ditariknya pisang
itu dengan pelan-pelan dan sedikit-sedikit digigitnya daging pisangnya, sedangkan kontolnya pun
terjuntai ngaceng di depan mulutku.... segera kugenggam dan kumasukkan barangnya yang ngaceng itu
ke dalam mulutku, kumainkan lidahku mengusap-usap kepala kontolnya, dan dimaju-mundurkannya
pisang mas tadi dalam liang nonokku, sehingga menimbulkan perasaan yang sangat nikmaaaaat dan
memerindingkan seluruh bulu-bulu tubuhku....
"Mbak Sri, pisangnya sudah habis.... hebat kan?" Katanya lugu...
"Mas Har memang nomer satu buat Mbak Sri..." sahutku memujinya, membuatnya tersanjung dan
sangat ditinggikan harga dirinya.
"Sekarang apalagi?" tanya Mas Har...
"Silakan Mas jilati dan mainkan lidah dalam liang nonok saya... dan saya akan meng-emuti dan
mengocok kontol Mas dengan mulut saya.... ini namanya gaya 69, Mas sayaaang... mulut Mas ketemu
nonok saya dan mulut saya ketemu kontol Mas Har.... Enaaaak kan, sayaaang?"
"Wah! Sensasinya luar-biasa, Mbak......"
"Kalau bercinta itu jangan buru-buru, Mas.... harus sabar dan tenang, sehingga emosi kita bisa
terkendali. Kalau Mas mau sampai duluan dengan cara ngeloco seperti tadi, kalau sempat keluar kan
saya harus nunggu lagi kontol Mas ngaceng... kasian dong sama saya, Mas," suaraku kubikin seperti
mau menangis.... .
"Maafkan saya, ya Mbak Sri.... saya belum ngerti... mesti harus banyak belajar sama Mbak....."
Kami lanjutkan gaya 69 kami, kutelan habis kontolnya, kuhisap-hisap dan kumaju- mundurkan dalam
mulutku.... sementara Mas Har meluruskan lidahnya dan menjilati ITIL-ku, kemudian memasukkan
lidahnya yang kaku ke dalam liang nonokku... ini berlangsung cukup lama...
Pada menit kelimabelas, serrr... serrrr... serrrr.... cairan hangat nonokku meluap, sekarang Mas Har
malah menelannya.. .. aooowwww!
Dan pada menit keduapuluhlima, serrr... serrrr... serrrr.... lagi, kali ini lebih enaaaak lagi, kukejangkan
seluruh tubuhku.... sambil mulutku tetap terus mengocok kontolnya yang kerasnya mintaampuuuuun.
... pada waktu itu juga, kontolnya memuncratkan air-peju dengan sangat derasnya,
langsung kutelan seluruhnya, sampai hampir keselek..... .
"Enaaaakkkk. ...." Mas Har berteriak keenakan.... . Kami berguling, sekarang saya yang di atas, dengan
tetap memagut kontolnya yang masih cukup keras, kuhisap terus kontolnya, sampai tubuh Mas Har
berkedut-kedut memuncratkan tembakan-tembakan terakhirnya. .... kujilati kontol Mas Har sampai
bersiiiiih sekali dan segera aku berputar, sehingga kepala kami berhadap-hadapan dengan posisi aku
masih tetap di atas...
"Gimana, Mas Har sayaaang.... Enak opo ora?" godaku...
"Uu-enaaaaaaakkkkk tenaaaan.... ", kata Mas Har menirukan gaya pelawak Timbul dalam sebuah iklan
jamu..... Kami berciuman lagi dan berguling-guling lagi.... mulut kami tetap berpagutan dengan sangat
kuaaaatnya.. ... Kucari kontolnya dan kupegang... wah sudah ngaceng keras lagi rupanya..... luarbiasa
kuatnya Mas Har kali ini, lebih kuat dari ronde tadi pagi.....
"Mas Har... saya ajari gaya kuda-kudaan. .. mau nggak?",
"Mau dong, sayaaaang... . Gimana?", tanyanya penasaran... .
"Mas Har duduk menyender dulu....."
Dia segera mengikuti perintahku, duduk menyender landai pada sebuah bantal yang kutegakkan di

punggung ranjang, akupun segera mengambil posisi jongkok membelakanginya. Kugenggam
kontolnya dan kutancapkan ke nonokku dari belakang.... BLESSS!!!, tangan Mas Har mendekap kedua
tetekku dari belakang.... Sekarang giliranku yang harus menaik-turunkan pantatku seperti orang naik
kuda.... semuanya berlangsung dengan sangat halus.... sehingga tidak sampai menimbulkan lecet pada
kontol Mas Har maupun nonokku.....
"Gimana Mas?", tanyaku untuk mengalihkan konsentrasi, supaya air-pejunya tidak segera muncrat..... .
"Benar-benar Mbak Sri pantas menjadi dosen percintaan saya.....", katanya sambil mendesah-desah dan
mendesis-mendesis keenakan... Itilku kembali bertumbukan nikmat dengan tulang selangkang Mas
Har... Nikmatnya sudah sampai mneggeletarkan segenap perasaanku, membuat perasaanku semakin
menyatu dan terikat kuat dengan perasaan Mas Har..... inilah arti sesungguhnya persetubuhan. ...
Kuatur kecepatan pacuan kuda-kudaan ini, sehingga kenikmatannya bisa kukendalikan, sementara Mas
Har terlentang dengan tenang, makin didekapnya kedua buah dadaku, diremas-remasnya, dipilinpilinnya,
diremas-remas lagi... membuatku kembali ingin mencapai puncak kenikmatan.. ..
kukejangkan seluruh anggota tubuhku.... Mas Har sudah mulai mengerti bahwa aku akan mencapai
puncak.....
"Keluar lagi ya, Mbak?" tanyanya.... . Ya! serrr... serrrr... serrrrr...., kembali cairan hangat nonokku
tertumpah lagi.... kelelahan aku rasanya..... . lelah tapi enaaak....
Aku melepaskan kontolnya dari lubang nonokku, kekeringkan nonokku dengan dasterku supaya peret
lagi... Mas Har melihat pemandangan ini dengan wajah lugu, kuberi dia senyum manis....
"Saya sudah capek, Mas.... Gantian dong... Mas Har sekarang yang goyang, ya?"
Sekarang aku mengambil posisi menungging di pinggir ranjang..... Mas Har kuminta berdiri dan
menembakkan rudalnya yang super-keras dari belakang,
"Yang ini gaya anjing-anjingan, Mas..... tapi jangan salah masuk ke lubang pantat ya... pas yang di
bawahnya yang merah merekah itu, lho ya...."
"Kalau di lubang pantat katanya lebih enak, Mbak Sri?" tanyanya lucuuuu.... "memang lebih enak
untuk laki-laki, tapi tidak untuk perempuan... .. itu kan namanya tidak adil, Mas.... Lagipula lubang
pantat itu kan saluran untuk tai, kotoran yang kita buang, itu tidak sehat namanya, bisa kena penyakit
aids, Mas.... Aids itu mematikan dan tidak ada obatnya lho, hiiii.... seremmmm.... "
Mas Har memasukkan kontolnya pelan-pelan ke lubang nonokku dari belakang sambil berdiri di
pinggir ranjang, pelan-pelan sekaliiiiii. .... seolah-olah dia takut kalau sampai merusakkan lubang
nikmat ini..... aku tahu sekarang.... Mas Har sangat sayang padaku, sehingga tingkah-laku
persenggamaannya pun melukiskan betapa besar perasaan cintanya pada diriku....
"Aaaaahhhhhh. ...", aku mendesah sambil merasakan hunjaman kontolnya yang kembali menembus
nonokku, demikian juga dengan Mas Har... dilingkarkannya tangan kirinya di perutku, sedang tangan
kanannya meremas tetekku..... . Dia mulai menggoyangkan kontolnya maju mundur.... blep-blepblep.
.....aduuuuhhh. .... mantapnyaaaa. ..... tenaganya sangat kuat dan berirama tetap...... membuat
aliran- darahku menggelepar di sekujur tubuhku..... ..
"Enaaaak, Maaaaasssss. ......", lagi-lagi kukejangkan seluruh anggota tubuhku sambil kukeluarkan lagi
cairan hangat nonokku kesekian kalinya..... . puaaaasssss sekali tiada taranya..... ..
"aaaaaahhhhhhhh. ......... ", lenguhku.... .... "Lap dulu dong, Mbak Sriiii..... becek sekali nih...."
pintanya.... . Kuambil dasterku dan kuserahkan padanya..... . segera dia mengeringkan nonokku dan
juga kontolnya yang basaaaah tersiram cairan hangatku.... .
"Mbak, aku sudah hampiiiirrr keluaaaarrr. ...." desahnya membuatku semakin terangsang.. ....
"Tembakkan saja, Massss...... .."
Tembakannya masih sekencang yang sebelumnya.. .... sampai nonokku penuh dengan air-pejunya yang
ekstra-kental itu.......
"Aaaaahhhhhhhh. ......" Mas Har berteriak keenakan.... .. demikian juga dengan aku, kukejangkan
tubuhku dan kusiram lagi kontolnya dengan cairan hangat kenikmatan nonokku..... .
"Aaaaaaahhhhhhh, Massss Harrrrr..... ... Mbak Sri cintaaaaa banget sama Mas Har......."
"Aku juga Mbak..... selain Mbak Sri, tidak ada perempuan lain yang aku cintai di dunia ini .....", aku
tahu kata-kata ini sangat jujur.... membuatku semakin menggelinjang kenikmatan.. ....
"Terima kasih Mas Harrrrrr.... . untuk cinta Mas Har yang begitu besar kepada saya....." Dengan tanpa
melepaskan kontolnya, Mas Har dengan hati-hati dan penuh perasaan menengkurapkan tubuhnya di
atas tubuh telanjangku. ... dan aku kemudian meluruskan kakiku dan tubuhku mengambil posisi
tengkurap... .. dengan Mas Har tengkurap di belakangku.. ...
Mulutnya didekatkan pada telingaku... . nafasnya menghembusi tengkukku... . membuatku terangsang
lagi......
"Enaaaak dan puassss sekali, Mbak Sri..... Apa Mbak Sri juga puas?"
"Tentu, Mas Har..... dari pagi tadi sudah sembilan kali nonok saya memuntahkan air hangatnya... ..
Pasti saya puasssss bangettt, Mas!"
"Terima kasih, ya sayaaaang... ... aku ingin setiap hari bercinta dengan Mbak Sri seperti ini......."
"Boleh, Massss.... saya juga siap kok melayani Mas Har setiap hari..... kecuali hari Minggu
tentunya.... . Ibu dan Mbak-mbak kan ada di rumah kalau Minggu...."
Mas Har melepaskan kontolnya dari lubang nonokku, aku segera mengambil posisi terlentang, dan Mas
Har pun merebahkan dirinya di sisiku....
Jam dinding sudah menunjukkan jam 10.40...... sambil berpelukan dan berciuman erat, kutarik selimut
untuk menutupi tubuh telanjang kami berdua... dan kami pun tertidur sampai siang.....
Sudah hampir jam setengah-dua ketika aku terbangun, pantes perutku rasanya lapar sekali. Mas Har
masih belum melepaskan pelukannya sedari tadi, rasanya dia tidak ingin melewatkan saat-saat nikmat
yang sangat langka ini, bisa seharian bersenggama dengan bebasnya. Kucium bibirnya untuk
membangunkan lelaki kesayanganku ini,
"Mas sayaaang, bangun yook, kita makan siang. Nanti abis makan kita bercinta lagi sampai sore...."
"Mmmm..." Mas Har menggeliat, "sudah jam berapa, istriku?"
"Setengah-dua, suamikuuuu.. ...", jawabku genit....
"Makan-nya di ruang makan, yok Mas, nggak usah pakai baju nggak apa-apa, kan pintu-pintu dan
korden-korden sudah Mbak Sri tutup tadi...."
Dengan bugil bulat, kami berdua bangun dan berjalan ke ruang tamu, sambil Mas Har menggendong/
mengangkatku ke ruang tamu.
"Edhian tenan, koyok penganten anyar wae....." kataku dalam hati.... ("gila benar, seperti pengantin
baru saja")....
Selesai makan siang, Mas Har kembali menggendongku ke kamar, sambil kuelus- elus kontol Mas Har
yang sudah mengeras seperti batang kayu lagi.....
Direbahkannya diriku dengan hati-hati di atas ranjang cinta kami. Aku segera mengambil posisi
memiringkan tubuh ke kanan, supaya Mas Har juga mengambil posisi miring ke kiri, sehingga kami
berhadap-hadapan. ...
"Mas sayaaang, kita senggama dengan posisi miring seperti ini, ya....., lebih terasa lho gesekan kontol
Mas Har di dalam nonok Mbak Sri nanti," ajakku untuk membangkitkan rangsangan pada Mas Har....
Kami tetap berposisi miring berhadap-hadapan sambil berciuman kuat dan mesra. Kali ini Mas Har
lebih aktif mencium seluruh wajah, tengkuk, belakang telinga, leher, terus turun ke bawah, payudarakiriku
kuisap-isapnya, sementara yang kanan dipilin-pilinnya lembut.....
Rangsangan ini segera membangkitkan birahiku. Mulutnya bergerak kagi ke bawah, ke arah pusar,
dijilatinya dan ditiupnya lembut, kembali aku mendesah-mendesis nikmat, sambil jari tangannya
mengobok-obok lembut lubang nonokku, mengenai itilku, menimbulkan kenikmatan yang hebaaaat...,
kukejangkan seluruh tubuhku, sampai pingganggku tertekuk ke atas, serrrrrr.... kubasahi tangannya
yang lembut dengan semburan cairan hangat yang cukup deras dari nonokku...
"Mas, masukkan sekarang, Masssss..... Mbak Sri udah nggak tahaaaannnn. .....", pintaku manja.....
Tetap dengan posisi miring-berhadapan, kubuka selangkanganku tinggi-tinggi, kugenggam kontolnya
dan kusorongkan lembut ke lubang kenikmatan.. ...
"aaaaahhhhhh. ......" lenguhan kami kembali terdengar lebih seru.... Kontol Mas Har baru masuk
setengahnya dalam nonokku, dimajukannya lagi kontolnya, dan kumajukan pula nonokku menyambut
sodokannya yang mantap-perkasa. ....
"Mas sayaaaang... maju-mundurnya barengan, ya.....", ajakku sambil mengajari teknik senggama yang
baru, kunamakan gaya ini "Gaya Miring", dengan gaya ini kami berdua bisa sama-sama goyang, tidak
sepihak saja..... Kami maju dan mundur bersamaan tanpa perlu diberi aba-aba.... rasanya lebih enak
dibandingkan pria di atas wanita di bawah.... Kulihat Mas Har merem-melek, demikian juga dengan
diriku, kontol Mas Har dengan irama teratur terus menghunjam-mantap berirama di dalam liang sempit
Asri..... nonokku mulai tersedut-sedut lagi, tanda akan mengeluarkan semburan hangatnya... ..
"Aduuuuhhhh, Maaaaassssss, enaaaaakkkkkkk. .......", aku agak berteriaksambil mendesis.... ...
Air mani Mas Har belum juga muncrat, luarbiasa kuatnya kekasihku ini.....
"Ganti gaya, Maaaasssss.. .. cabut dulu sebentar.... ." ajakku lagi, sambil kuputar tubuhku, tetap pada
posisi miring membelakanginya, Mas Har memelukku kuat dari belakang, sambil meremas lembut
kedua tetekku, kuangkat kakiku sebelah, dan kuhantar lagi kontolnya memasuki nonokku..... .
"aaaaaaaaahhhhhhhhh hh.... enak, Mbak Sriiiiii.... ..., gesekannya lebih terasa dari yang tadiiiiii... .."
Mas Har mendesah nikmat..... Kali ini aku hanya diam, sedang Mas Har yang lebih aktif memajumundurkan
kontolnya yang belum muncrat-muncrat juga air-maninya. ..... Sudah jam setengah-tiga,
hampir satu jam dengan dua gaya yang baru ini......
"Mbak Sri, siap-siap yaaa.... rudalku hampir nembak...."
Kupeluk erat guling, dan Mas Har semakin mempercepat irama maju-mundurnya. .....
"Aaah, aaah, aaahh...." Mas Har mendesah sambil mengeluarkan air maninya dengan tembakan yang
kuat-tajam-kental bagai melabrak seluruh dinding-dinding rahimku..... setrumnya kembali menyengat
seluruh kujur tubuhku.....
"Aaaaaaaa... ......" aku berteriak panjaaaanng sambil kusemburkan juga air nonokku..... .
Tenaga kami benar-benar seperti terkuras, getaran cinta kami masih terus terasa..... tanpa melepaskan
pelukan dan juga kontolnya, masih dengan posisi miring, kami tertidur lagi beberapa menit... sampai
semua getaran mereda......
Jam tiga sudah lewat.... berarti masih bisa satu ronde lagi sebelum Ibu Sum dan kakak-kakaknya
pulang dari kerja.....
"Mas, bangun, Mas.... sudah jam tiga lewat..... saya kan mesti membereskan kamar ini, mandi dan
berpakaian sopan seperti biasanya bila ada Ibu....."
"Mandi bareng, yok..... di sini aja di kamar mandiku, ada air hangatnya kan?" ajaknya....
Dicabutnya kontolnya dari lobang nonokku yang sudah kering, aduuuhhhh enaknya..... . Aku pun
segera bangun dan menarik tangannya, Mas Har bangkit dan memelukku, menciumku, menggelitiki
tetek dan nonokku, kembali birahiku naik.....
Sampai di bawah kran pancuran air hangat, kami berdua berpelukan, berciuman, merangkul kuat....
Dengan posisi berdiri kembali kontol Mas Har mengeras bagai batu, segera kurenggut dan kugenggam
dan kumasukkan lagi ke nonokku. Dengan tubuh basah disiram air hangat dari pancuran, dan tetap
dengan berdiri, kami bersenggama lagi...... bagai geregetan, Mas Har kembali menggerakkan kontolnya
maju-mundur, sementara aku bagai menggelepar memeluk erat tubuhnya yang perkasa.....
"Mas, sabunan dulu, ya sayaaaanggg. ...", tanpa melepaskan kedua alat kelamin kami, kami saling
menyabuni tubuh kami, khususnya di bagian-bagian yang peka- rangsangan. ...
"Lepas dulu, ya sayaaanggg.. .. kuambilkan handuk baru untuk kekasihku... ..", Mas Har melepaskan
tusukannya, menuju lemari pakaian, dan diambilnya dua handuk baru, satu untukku satu untuknya...
Selesai handukan, aku bermaksud mengambil dasterku untuk berpakaian, karena kupikir
persenggamaan hari ini sudah selesai.....
"Eiittt, tunggu dulu, istriku..... Rudalku masih keras nih, kudu dibenamkan lagi di liang hangat cinta
kita......"
Edhiaaan, mau berapa kali aku orgasme hari ini..... kuhitung-hitung sudah 12 kali aku menyemburkan
air nonok sedari pagi tadi...
Aku mengambil posisi sederhana, terlentang menantang... biar Mas Har menindihku dari atas.....
Kami bersenggama lagi sebagai hidangan penutup..... dengan "Gaya Sederhana" pria diatas wanita
dibawah, melambangkan kekuatan pria yang melindungi kepasrahan wanita.... Mas Har terus
menggoyang kontolnya maju-mundur. .... Kembali aku akan mencapai puncak lagi, sedang Mas Har
masih terus dengan mantapnya maju-mundur begitu kuat.....
"Mas Har, Mbak Sri sudah mau keluar lagiiiiii... ...", kukejangkan kedua kakiku dan sekujur
tubuhku.....
"Mbak, aku juga mau keluar sekarang.... ..", dalam waktu bersamaan kami saling menyemprotkan dan
memuncratkan cairan kenikmatan kami masing-masing. .....
"Enaaaaaaaaaaakkkkk kk, Mas Haaaaaarrrrrr. ......"
"Puaaaaassssss, Mbak Sriiiiii.... ......"
Mas Har langsung ambruk di atas ketelanjanganku, waktu sudah hampir jam emapat..... semua sendisendiku
masih bergetar semuanya rasanya.....
"Mas, sebentar lagi Ibu pulang, Mbak Sri mau siap-siap dulu ya, sayaang..." Mas Har segera bangkit
sekaligus mencabut kontolnya... . "
ari ini adalah hari yang paling luar-biasa dalam hidupku, Mbak Sriii... Bagaimana aku akan sanggup
melupakannya? "
Kupakai dasterku, kukecup lagi kedua pipi dan bibir Mas Har.... segera aku lari menuju kamarku,
membersihkan air mani Mas Har yang masih menetes dari lubang nonokku yang agak bonyok.....
Kukenakan celana dalam, rok dalam, beha, rok panjang, dan blus berlengan panjang, rambut kusisir
rapi, kusanggul rapi ke atas.... semua ini untuk "mengelabui" Ibu Sumiati dan kedua kakak Mas
Harianto, untuk menutupi sisi lain kehidupanku sebagai seorang Ratu Senggama.
*****
 

53xZone arena Copyright © 2011 | Template design by O Pregador | Powered by Blogger Templates